Resep Ta’jil: Puding Pisang Kelapa Tapioka (Che Chuoi)

0

Puding Pisang Kelapa Tapioka (Che Chuoi)

Image

Notebook: Februari 2008, Halaman 135

Resep oleh Sarah Hobbs

Sumber: http://www.taste.com.au/recipes/19022/banana+coconut+tapioca+puddings+che+chuoi

Bahan

  • 1 cangkir (200 g) tapioka mutiara

  • 400 g kaleng santan

  • 1 cangkir (250 ml) air

  • ½ cangkir (80 g) gula aren dicincang halus

  • 2 daun pandan, diikat menjadi simpul

  • 3 pisang matang (jangan terlalu matang), kupas, iris tebal-tebal

  • 2 sdm parut halus gula aren gelap

  • 1 sdm air, ekstra

  • 1 sdm biji wijen

  • 1 mangga, kupas, iris tipis, untuk melayani

  • ½ nanas matang, kupas, iris tipis, untuk hiasan

Cara Memasak

  1. Tempatkan tapioka dalam mangkuk besar dan tutup dengan air dingin. Sisihkan selama 2 jam untuk direndam. Saring dengan saringan halus. Masak dalam panci besar air mendidih selama 10 menit atau sampai buram. Tiriskan.

  2. Sementara itu, gabungkan santan, air, gula, dan daun pandan dalam panci besar di atas api kecil. Masak, aduk selama 5 menit atau sampai gula larut dan campuran dipanaskan melalui. Tambahkan tapioka dan aduk pelan-pelan sampai rata. Sisihkan sampai agak dingin dan tambahkan pisang dan transfer ke mangkuk dan tutup dengan bungkus plastik. Tempatkan di lemari es untuk didinginkan.

  3. Campurkan gula aren gelap dan air dalam wajan kecil di atas api panas. Masak, aduk selama 2 menit atau sampai gula larut. Tambahkan biji wijen dan masak, aduk selama 2 menit atau sampai sirup mengental.

  4. Buang daun pandan dari tapioka. Letakkan tapioka di mangkuk saji. Sajikan atasnya dengan mangga dan nanas iris dan siram dengan sirup wijen.

Percobaan Fisika Asyik: ROKET AIR

7
Alat dan Bahan
    1. 2 buah botol bekas air mineral, lebih baik lagi yang bekas soda karena lebih kuat
    2. Pipa paralon 1/2 inch, panjangnya kira-kira 1 meter
    3. Pipa paralon 1 inch, kira-kira 10 cm
    4. Lembaran polycarbonate (dipakai untuk atap kanopi) atau bisa pula styrofoam dan kardus bekas, tetapi cepat rusak.
    5. 10-11 cable ties (pengikat kabel) ukuran besar
    6. Pentil (air intake) sepeda motor
    7. Potongan karet ban dalam
    8. Penutup pipa paralon (dop; yang tanpa ulir) ukuran 1/2 inch
    9. Kertas koran, lakban bening, lakban hitam tebal, double tape
    10. Gunting, cutter, penggaris, lem paralon, serta lem super
Langkah Pembuatan Roket
  1. Ambil satu botol plastik. potong bagian bawahnya. lalu masukkan koran bekas dan padatkan di ujung botol. Agar gulungan kertas tidak berpindah, bisa direkatkan dengan selotip. Ambil botol plastik lainnya dan satukan dengan botol lainnya. Perkuat dengan lakban bening.
  2. Ambil lembaran polycarbonate. buat pola/model sirip, lalu gunting. bisa 3 atau 4 lembar untuk satu roket. Kemudian, dengan doubletape rekatkan potongan polycarbonate tadi di bagian bawah roket (bagian botol yang tidak ada gulungan korannya). Perkuat dengan lakban beningImage.
  3. Posisi siripnya harus seimbang di sekeliling roket. Bila menggunakan 4 sirip, letaknya saling berhadapan.
  4. Buka tutup botol bagian bawah roket, lubangi dengan cutter (hinga muat untuk memasukkan paralon 1/2 inch). Kemudian ambil potongan karet ban dalam, potong berbentuk lingkaran. hingga menjadi karet penyekat tutup botol. Tutup kembali botol dengan penutup berpenyekat tadi. dan pembuatan roket selesai.
Langkah Pembuatan Peluncur
  1. Masukkan paralon 1/2 inch sampai mencapai setengah botol plastik bagian bawah. Tandai dengan lakban hitam.
  2. Susun 10 – 11 cable ties di atas meja. ratakan dengan penggaris. Setelah rapi, rekatkan lakban agar susunannya tidak berubah.
  3. Lilitkan susunan cable ties di sekeliling paralon 1/2 inch yang telah diberi tanda lakban hitam. perhatikan posisinya agar ‘kepala’ cable ties mencengkram mulut botol. Rekatkan susunan ties pada paralon dengan lakban dan diperkuat dengan mengikatnya dengan cable ties yang lain.
  4. Masukkan potongan paralon 1 inch hingga memperkuat/mengikat cengkraman susunan cable ties pada mulut botol. Fungsi paralon besar ini adalah sebagai kunci pengaman.
  5. Ambil dop penutup paralon, lubangi dan pasang pentil diatasnya. kemudian rekatkan dengan lem yang kuat.
  6. Pasang dan lem dop penutup pada ujung pipa paralon 1/2 inImagech yang lain. hingga peluncur dan roket siap digunakan.
Cara Pemakaian
  1. Buka pipa peluncur, dan masukkan air sampai kira-kira 1/4 bagian botol. masukkan kembali pipa peluncur dan arahkan roket ke atas sampai cable ties benar-benar mencengkram mulut botol. pasang kunci pengamannya.
  2. Bila air merembes keluar, maka seal tidak berfungsi dengan baik. ganti kembali seal karet.
  3. Pompa udara kedalam botol melalui pentil di bagian bawah peluncur. jangan terlalu tinggi tekanannya (awas botol pecah).
  4. Bila sudah mencukupi tarik kunci pengaman ke bawah. dan roket pun meluncur.

 

Sumber: http://budakfisika.blogspot.com/2013/03/percobaan-fisika-asyik-roket-air.html

Komentar:

Warna-Warni Perkuliahan di STKIP Surya

4

STKIP Surya, sebuah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang didirikan oleh seorang fisikawan yaitu Professor Yohannes Surya Ph.D pada 29 Maret 2009. Sekolah yang telah berdiri selama empat tahun ini memiliki hampir seribu mahasiswa yang berasal dari berbagai macam daerah. Daerah-daerah tersebut antara lain, Papua, Palembang, Belitung Timur, dan Kalimantan Tengah. Sekolah ini adalah sekolah beasiswa, itulah sebabnya hanya daerah tertentu saja dan orang-orang terpilih saja yang dapat bersekolah disini.

Image

“Kuliah”, sebuah kata yang biasa dipakai di perguruan tinggi atau sekolah tingkat lanjut. Perkuliahan di  STKIP Surya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kehidupan perkuiahan di Universitas lainnya. Hanya saja ada yang membuat sekolah ini berbeda adalah adanya matrikulasi selama satu tahun yaitu dua semester. Di pelajaran matrikulasi, para mahasiswa mempelajari ulang pelajaran Matematika dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Terkadang itu yang membuat saya dan sebagian teman lainnya jenuh. Terlebih lagi, jadwal matrikulasi yang padat dari pukul 07.30 pagi hingga 04.30 sore setiap Senin sampai Jumat. Akibatnya, sebagian mahasiswa termasuk saya sering mengantuk di kelas. Akan tetapi, tak sedikit pula ilmu-ilmu baru yang saya dapatkan di matrikulasi. Trik-trik khusus yang tentunya berguna sebagai bekal untuk saya mengajar nanti.

Berkuliah di STKIP Surya adalah hal yang dulunya mungkin menjadi impian yang telah terwujud bagi sebagian mahasiswa. Mendapatkan beasiswa penuh, tinggal di asrama yang nyaman, dan difasilitasi bus antar-jemput mahasiswa. Bahkan, ada sebagian mahasiswa yang mendapatkan uang saku dari daerahnya masing-masing. Tak hanya itu, para dosen dan tutor-tutor yang hebat bertebaran disini. Selain hebat dan cerdas, mereka juga ramah dan sangat bersahabat dengan para mahasiswa serta senantiasa mau membantu mengarahkan mahasiswanya menjadi orang yang sukses seperti mereka. Akan tetapi, dibalik itu semua sekolah ini belum lengkap apabila masih belum memiliki gedung perkuliahan yang sebagaimana mestinya. Gedung perkuliahan yang khusus untuk STKIP Surya, tanpa bercampur dengan instansi lain. Jika gedung itu ada, STKIP Surya mempunyai tempat tersendiri dan para mahasiswa tidak perlu lagi berkuliah di sebuah kantor pemasaran.

Tutorku Pelawakku

1

Tutor atau Pelawak? Itulah sebuah pertanyaan yang sering terlintas dipikiranku ketika ia membuat lelucon di sela-sela mengajar.
Tak jarang juga ia bercerita tentang pengalamannya sewaktu di Malang, yaitu kota kelahirannya. Guyonannya yang selalu menggelitik membuat sebagian mahasiswa khususnya Fisika 6 tertawa terbahak-bahak.
Dia adalah Amak Asofi S.Pd…
(to be continued)

image